21:37
0
Kabar Penasaran, Republika.co.id, Surabaya - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal Ramadhan 1434 Hijriah pada hari Selasa, 9 Juli 2013. Penetapan ini berdasarkan hisab "Hakiki Wujudul Hilal" dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Penetapan yang ditandatangani Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan sekretaris umum PP Muhammadiyah, Danarto, seperti yang tertuang dalam maklumat No. 04/MLM/I.0/E/2013 tentang penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1434 H tertanggal 23 Mei 2013. 

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menyepakatinya melalui ketentuan yang telah ditetapkan. Awal Ramadhan jatuh pada tanggal 9 Juli 2013." Ujar Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid, kepada wartawan di Surayabaya, (12/6). 

Menurut Nadjib, pada tahun ini potensi terjadinya perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan, karena diperkirakan ketinggian hilal kurang dari satu derajat. Kendati berpotensi berbeda dengan pemerintah, namun diperkirakan Hari Raya Idul Fitri akan bersamaan. 

Pada kesepakatan dan rapat majelis yang sama, Muhammadiah menetapkan 1 Syawal 1434 Hijriah, Kamis 8 Agustus 2013. "Meski berpotensi tidak sama di awal puasa, namun tidak perlu ada perdebatan." 

Di samping itu pula, dalam maklumat tersebtu juga sudah ditetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1434 Hijriah jatuh pada Ahad Pon atau 6 Oktober 2013 Masehi. Sedangkan, Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1434H) jatuh pada hari senin legi atau pada tanggal 14 Oktober 2013 Masehi. Sementara Idul Adha (19 Djulhijjah 1434 H) jatuh pada hari Selasa Pahing, 15 Oktober 2013. 

Penetapan ini telah jauh-jauh hari dilakukan mengingat adanya prediksi akan terjadi lagi perbedaan penyelenggaraan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

0 komentar:

Post a Comment